Pengawas Madrasah Gelar Workshop Penerapan Kurikulum Berbasis Deep Learning di MTs Muhammadiyah
Dharmasraya, 10 Juli 2025 – Pengawas Madrasah Kecamatan Pulau Punjung menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi guru MTs Muhammadiyah Pulau Punjung dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (Love-Based Curriculum) melalui pendekatan deep learning. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan, bertujuan memperkuat pembelajaran holistik yang memadukan nilai-nilai akhlak, empati, dan keilmuan Islam dengan metode berpikir mendalam.
Workshop digagas sebagai respons atas kebutuhan transformasi pendidikan madrasah yang tidak hanya mengejar target akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa berlandaskan kasih sayang (rahmah) dan integritas. Pendekatan deep learning diintegrasikan untuk mendorong guru merancang aktivitas pembelajaran berbasis proyek kontekstual, analisis kritis, dan refleksi nilai-nilai Islam.
Hj. Desmihalita, S.Pd., M.Pd. , Pengawas Madrasah Kecamatan Pulau Punjung, selaku inisiator, menekankan: “Kurikulum berbasis cinta adalah fondasi pendidikan madrasah. Melalui deep learning, guru tidak sekadar mentransfer ilmu, tapi membimbing siswa menghubungkan pengetahuan dengan realitas kehidupan, seperti mengaitkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang lingkungan dengan proyek nyata pelestarian alam di Dharmasraya.”
Peserta diajak praktik langsung melalui tiga modul:
1. Integrasi Nilai Islam: Merancang RPP yang menyatukan materi keagamaan (akidah-akhlak) dengan deep learning (studi kasus masalah sosial, debat etis, dan proyek kolaboratif).
2. Role-Play Pembelajaran Humanis: Simulasi manajemen kelas berbasis qudwah hasanah (keteladanan), resolusi konflik dengan prinsip husnuzan, dan pendekatan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus.
3. Evaluasi Holistik: Teknik penilaian autentik yang mengukur perkembangan kognitif, sikap spiritual, dan keterampilan sosial.
Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya,
sebagai tindak lanjut, Pengawas Madrasah akan:
* Membentuk Community of Practice (CoP) guru untuk berbagi praktik terbaik.
* Melakukan supervisi bulanan berbasis coaching.
* Mengembangkan modul panduan “Kurikulum Cinta dan Deep Learning” yang sesuai konteks keislaman.
Workshop ditutup dengan deklarasi komitmen peserta menerapkan kurikulum berbasis cinta dan deep learning di tahun ajaran baru. MTs Muhammadiyah Pulau Punjung diharapkan menjadi model percontohan bagi madrasah lain dalam mewujudkan generasi rahmatan lil ‘alamin yang cerdas intelektual dan spiritual.